Empat Pemain Persitoli Masuk di Timnas Galanita
By Unknown June 08, 2018 olahraga , papua
JAYAPURA, – Empat pemain putri Persitoli
kabupaten Tolikara, Papua, bertahan dan masuk bergabung dalam Pemusatan Latihan
(Pelatnas) Timnas Galanita persiapan Asian Games 2018 di Jakarta dan palembang.
Empat pemain itu masing-masing Norfince Boma,
Rulin Aspalek, Nova Yigibalom dan Yudith Sada.
Pelatih Galanita Persitoli, Braly Weya
menjelaskan, sebelumnya dalam surat yang dilayangkan PSSI Pusat tertanggal 27
Februari 2018 dengan nomor 759/PGD/144/II-2018 perihal pemanggilan Pemusatan
Latihan Timnas Sepakbola Wanita yang diteken Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destrian,
ada tujuh pemain asal Papua dari klub Persitoli Tolikara.
Namun di tengah jalan dalam mengikuti pelatnas
sekaligus proses seleksi oleh tim pelarih, dua pemain dipulangkan, terakhir
satu pemain lagi dikembalikan karena sakit.
"Awalnya pemain kami (Persitoli) ada tujuh
yang dipanggil ke Timnas, setelah itu dua pemain dikembalikan dan terakhir satu
lagi dipulangkan karena sakit," Braly Weya menjelaskan saat dihubungi Jubi
via telepon, Kamis (7/6/2018).
Tiga pemain yang dipulangkan adalah Dopimina
Kogoya, Regina Wonda dan Feibe Pekey.
Weya menilai, empat anak didiknya yang masih
bertahan di Timnas Galanita kurang mendapat kesempatan tampil di setiap laga
uji coba.
“Contoh Norfince Boma, saat Timnas uji coba
kedua lawan Thailand, pada 30 Mey lalu baru dipasang 90 menit oleh pelatih,
meski Timnas kalah 3-0,” katanya.
Menurut Weya, untuk posisi kiper Norfince
adalah yang terbaik di Indonesia. “Untuk ukuran kiper Galanita, dia (Norfince)
nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Terpisah tokoh Galanita Papua yang juga
anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Papua, Yustince Mebri mengaku, Papua masih
menjadi nomor satu di Indonesia.
“Untuk ukuran sepakbola putri, kita di Papua
masih yang terbaik,” kata Mama Stien panggilan akrabnya.
Kepada wartawan, Stien Mebri mengenang, era 90
hingga tahun 2000-an, pemain Papua paling mendominasi Timnas Galanita.
“Bahkan almarhum (Hengky Heipon) waktu itu
ditunjuk menjadi pelatih dan mama sebagai manajer saat tim bertanding di
Myanmar, Vietnam dan Thailand,” kenang Stien Mebri. (Ist)
KONI Minta Cabor Masukan Program Pembinaan
By Unknown June 08, 2018 olahraga , papua
Hal ini diungkapkan Sekretaris KONI Papua Kenius Kogoya, kepada wartawan di Jayapura, Jumat (8/6/2018) . “saya harap program pembinaan dari masing-masing cabor sudah masuk ke dan KONI Papua sebelum tanggal 12 Juni 2018 mendatang,” ujarnya.
Kenius menjelaskan, pengurus cabor segera melaporkan program perencanaan, sehingga bisa masukan dalam program kerja tahun depan. “Kalau cabor tidak memasukkan program kerjanya, kami bisa saja tidak dibantu untuk pembinaan cabornya, karena ini masuk dalam sistem,” tegas Kenius.
Kenius juga meminta pengprov lebih pro aktif dalam mempersiapkan cabornya jelang PON 2020, hal itu agar KONI Papua juga bisa fasilitasi program pembinaan yang jelas, tersusun dan terbangun dengan baik.
“Kita juga terkendala sistem pemusatan latihan karena program cabor tidak jelas. Jadi bagaimana mau bikin kejurda kalau pengurusnya cuma ada di provinsi saja, kita mau lihat pengprov ini aktif tidak untuk melakukan konsolidasi organisasi pembentukan dikabupaten lain, ini supaya atlet bisa dibina mulai dari kabupaten, sebab potensi banyak disana,” katanya.
Kenius mengaku selain belum dimasukkan program kerja dari setiap pengprov cabor, keterbatasan anggaran yang minim juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan dalam pemusatan latihan (TC) guna persiapan atlet menuju PON 2020.
“Untuk operasional KONI saja kita masih tertatih-tatih, kita harapkan adanya dukungan pemerintah untuk secepatnya kita TC atlet, tapi lebih penting pengprov cabor supaya tidak alami sekarang ini agar di tahun 2019 sudah bisa ada pos dana yang jelas didukung programnya,” harapnya.
Kenius mengharapkan pengprov dapat memanfaatkan tiga hari yang ditentukan tersebut dapat secepatnya memasukkan programnya agar KONI Papua juga dapat menyusun anggaran pembiayaan KONI di tahun 2019 mendatang, sebab hingga saat ini baru delapan cabor yang sudah masuk yakni Atletik, Anggar, Dayung, Bola Voli, Asprov PSSI, Biliar, Softball dan Sepeda.
“Tiga
hari diharapkan semua pengprov masukkan program, kalau tidak masuk tidak akan
diberikan apapun yang diminta, tidak dipenuhi. Diatas tanggal itu kita tidak
akomodir karena dokumen sudah diserahkan ke pemerintah yang akan dibahas
selanjutnya, karena hibah kita bersumber dari Pemda Papua oleh Gubernur,”
tandasnya. (Ist)




















